Tes Wartegg adalah tes proyektif yang dikembangkan oleh psikolog Swiss, Ehrig Wartegg, pada tahun 1930-an. Tes ini terdiri dari delapan gambar yang tidak lengkap, yang harus dilengkapi oleh subjek. Tanggapan subjek terhadap gambar-gambar ini digunakan untuk mengeksplorasi berbagai aspek kepribadian mereka, termasuk dinamika intrapsikis, kebutuhan bawah sadar, dan gaya koping.

Tes Wartegg didasarkan pada teori bahwa individu akan memproyeksikan aspek-aspek kepribadian mereka ke dalam gambar yang tidak lengkap. Dengan menganalisis tanggapan subjek, pemeriksa tes dapat memperoleh wawasan tentang sifat, kecenderungan, dan konflik bawah sadar subjek. Tes ini banyak digunakan dalam pengaturan klinis dan konseling untuk membantu dalam diagnosis dan perencanaan perawatan.

Aspek yang Dievaluasi dalam Tes Wartegg

Tes Wartegg mengevaluasi berbagai aspek kepribadian, antara lain:

Kekuatan Ego

* Kemampuan mempertahankan batas dan mengintegrasikan pengalaman.
* Fleksibilitas dalam menghadapi tuntutan lingkungan.
* Kapasitas untuk mentoleransi stres dan mengatasi kesulitan.

Dinamika Kebutuhan

* Kebutuhan akan afiliasi, pencapaian, otonomi, dan lain-lain.
* Hubungan antara kebutuhan yang berbeda dan bagaimana kebutuhan tersebut dipenuhi.
* Konflik dan kompromi antara kebutuhan.

Gaya Koping

* Pendekatan karakteristik subjek dalam menghadapi tantangan.
* Mekanisme pertahanan yang digunakan untuk mengelola kecemasan.
* Efektivitas strategi koping.

Kecemasan

* Tingkat kecemasan yang dialami subjek.
* Sumber kecemasan dan bagaimana hal itu diungkapkan.
* Pengaruh kecemasan pada fungsi psikologis.

Konflik dan Ambivalensi

* Keberadaan konflik internal yang tidak disadari.
* Sifat dan intensitas konflik.
* Strategi yang digunakan untuk mengatasi konflik.

Komunikasi dan Hubungan

* Kualitas hubungan interpersonal subjek.
* Pola komunikasi dan interaksi.
* Gaya keterikatan dan kepercayaan.

Imajinasi dan Kreativitas

* Kemampuan untuk berpikir kreatif dan membayangkan solusi baru.
* Bentuk dan kualitas imajinasi yang ditampilkan.
* Peran imajinasi dalam kehidupan subjek.

Nilai dan Motivasi

* Sistem nilai dan keyakinan subjek.
* Motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
* Pengaruh nilai dan motivasi pada perilaku.

Pengalaman Masa Lalu

* Pengaruh pengalaman masa lalu pada kepribadian subjek.
* Trauma, kehilangan, atau peristiwa penting yang membentuk perkembangan mereka.
* Cara subjek mengolah dan mengintegrasikan pengalaman masa lalu.

Potensi Pertumbuhan

* Kemampuan subjek untuk belajar dan berkembang.
* Hambatan dan peluang yang dihadapi subjek.
* Prognosis untuk pertumbuhan psikologis di masa depan.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment