Plastik merupakan salah satu bahan yang tidak asing lagi di keseharian kita. Dari botol minum, tas, hingga perabotan rumah tangga, plastik dapat ditemukan di mana-mana.

Namun, tahukah Anda dari apa plastik terbuat? Plastik sebenarnya terbuat dari berbagai macam bahan, tidak hanya minyak bumi dan air. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang bahan-bahan penyusun plastik!

Bahan dasar plastik adalah minyak bumi. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan, sehingga penggunaan plastik yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Selain minyak bumi, plastik juga dapat dibuat dari bahan-bahan lainnya, seperti batu bara, gas alam, dan biomassa.

Apa Saja Bahan Tambahan yang Digunakan dalam Pembuatan Plastik?

Selain bahan dasar, plastik juga mengandung berbagai macam bahan tambahan, seperti:

  • Pewarna: Pewarna digunakan untuk memberikan warna pada plastik.
  • Pengisi: Pengisi digunakan untuk menambah volume plastik dan mengurangi biaya produksi.
  • Pelembut: Pelembut digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel.
  • Pengeras: Pengeras digunakan untuk membuat plastik lebih kuat dan tahan lama.
  • Antioksidan: Antioksidan digunakan untuk mencegah plastik teroksidasi dan rusak.

Apa Saja Jenis Plastik yang Berbeda?

Plastik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Polietilen tereftalat (PET): PET adalah jenis plastik yang paling umum digunakan. PET digunakan untuk membuat botol minuman, wadah makanan, dan pakaian.
  • Polietilen densitas tinggi (HDPE): HDPE adalah jenis plastik yang lebih kuat dan tahan lama daripada PET. HDPE digunakan untuk membuat pipa, botol deterjen, dan mainan anak-anak.
  • Polietilen densitas rendah (LDPE): LDPE adalah jenis plastik yang lebih fleksibel daripada HDPE. LDPE digunakan untuk membuat kantong plastik, bungkus makanan, dan kabel listrik.
  • Polipropilen (PP): PP adalah jenis plastik yang kuat dan tahan panas. PP digunakan untuk membuat wadah makanan, peralatan dapur, dan suku cadang otomotif.
  • Polistirena (PS): PS adalah jenis plastik yang ringan dan mudah dibentuk. PS digunakan untuk membuat gelas plastik, kotak makanan, dan mainan anak-anak.

Bagaimana Plastik Dibuat?

Plastik dibuat melalui proses polimerisasi. Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. Dalam proses polimerisasi, molekul-molekul monomer dipanaskan atau diberi katalis sehingga bergabung menjadi molekul-molekul polimer yang lebih besar.

Setelah proses polimerisasi selesai, plastik dapat dicetak menjadi berbagai bentuk. Plastik dapat dicetak dengan menggunakan berbagai metode, seperti ekstrusi, injeksi, dan blow molding.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Plastik?

Plastik memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan plastik:

Kelebihan Plastik:

  • Ringan dan mudah dibentuk.
  • Kuat dan tahan lama.
  • Tahan air dan minyak.
  • Murah dan mudah diproduksi.

Kekurangan Plastik:

  • Tidak dapat terurai secara alami.
  • Dapat mencemari lingkungan.
  • Dapat mengandung bahan kimia berbahaya.
  • Sulit didaur ulang.

Bagaimana Cara Memilih Plastik yang Aman?

Saat memilih plastik, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Jenis plastik: Beberapa jenis plastik lebih aman daripada yang lain. Misalnya, PET dan HDPE lebih aman daripada PVC dan PS.
  • Kode daur ulang: Kode daur ulang menunjukkan jenis plastik yang digunakan. Kode daur ulang 1-7 menunjukkan bahwa plastik tersebut dapat didaur ulang.
  • Label bebas BPA: BPA adalah zat kimia yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Pastikan Anda memilih plastik yang bebas BPA.

Kesimpulan

Plastik merupakan bahan yang sangat berguna, tetapi juga dapat membahayakan lingkungan. Oleh karena itu, kita harus menggunakan plastik dengan bijaksana dan mendaur ulang plastik yang sudah tidak digunakan lagi.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment