Inilah pengujian apa yang harus dilakukan agar dapat membedakan larutan elektrolit dan non-elektrolit.

Dalam blog ini, saya akan memberikan beberapa cara dan petunjuk untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam membedakan dua jenis larutan tersebut.

Berbicara mengenai kimia, larutan elektrolit dan non elektrolit adalah dua jenis larutan yang sangat penting.

Dalam pengujian larutan, membedakan di antara keduanya adalah langkah pertama yang harus diambil. Walaupun sama-sama cair, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Larutan elektrolit biasanya terdiri dari ion-ion yang dapat menghantarkan listrik, sedangkan larutan non-elektrolit tidak memiliki ion-ion tersebut. Oleh karena itu, identifikasi di antara keduanya adalah penting dan perlu dilakukan dengan cermat dan akurat.

Dalam blog ini, saya akan memberikan beberapa cara dan petunjuk untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam membedakan antara larutan elektrolit dan non-elektrolit.

Pengujian Konduktivitas Larutan

Cara pertama untuk membedakan larutan elektrolit dan non-elektrolit adalah dengan melakukan pengujian konduktivitas larutan. Konduktivitas larutan adalah kemampuan larutan untuk menghantarkan arus listrik.

Pada dasarnya, larutan elektrolit lebih baik dalam menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion. Percaya atau tidak, pengujian konduktivitas larutan dapat dilakukan dengan bahan-bahan sederhana yang tersedia di rumah seperti baterai, kabel, lampu pijar dan lain-lain.

Untuk memulai, siapkan dua buah elektrode dengan satu ujung positif dan satu ujung negatif. Letakkan elektrode pada kedua ujung dari larutan yang akan diuji. Kemudian sambungkan kabel dari baterai ke kedua elektrode.

Setelah itu, letakkan ujung kabel lainnya pada kedua ujung dari lampu pijar. Jika larutan adalah elektrolit, maka lampu pijar akan menyala karena ion-ion dalam larutan dapat menghantarkan listrik. Namun, jika larutan adalah non-elektrolit, maka lampu pijar tidak akan menyala karena tidak ada ion-ion yang dapat menghantarkan listrik.

Pengujian Elektrolit Melalui Kepler dan Law of Conservation

Cara lain untuk membedakan larutan elektrolit dan non-elektrolit adalah dengan pengujian oleh Kepler dan Law of Conservation. Dalam hukum Kepler, gaya tarik gravitasi antara dua benda selalu direpresentasikan oleh nilai tetap. Sementara itu, hukum kekekalan melihat bahwa massa dari bahan sebelum dan sesudah sama.

Untuk melaksanakan pengujian, cukup gunakan bejana yang terbuat dari plastik dan dua buah magnet. Isilah bejana dengan larutan yang diinginkan dan tempatkan di atas magnet. Setelah itu, tarik magnet untuk memindahkan air dari larutan ke dalam mangkok yang kosong. Jika air berhasil dipindahkan, maka dapat diasumsikan bahwa larutan tersebut adalah non-elektrolit. Hal ini karena ion-ion dalam elektrolit akan menahan ion-ion pada magnet.

Pengujian Larutan Elektrolit Dalam Laboratorium

Selain pengujian di rumah seperti pengujian konduktivitas dan Kepler, pengujian larutan elektrolit juga dapat dilakukan di laboratorium menggunakan metode yang lebih canggih. Beberapa pengujian tersebut antara lain:

1. Titik Beku dan Titik Didih
Metode pengujian ini mengamati perbedaan titik beku dan titik didih antara larutan elektrolit dan non-elektrolit. Elektrolit memiliki titik beku dan titik didih yang lebih rendah karena ion-ion dalam elektrolit akan menahan pembekuan dan pemanasan.

2. Efek Faraday
Metode pengujian ini mengamati arus listrik yang dapat dilewatkan melalui elektrolit. Semakin tinggi konduktivitas, semakin tinggi pula arus listrik melalui larutan.

3. Uji Pengendapan dengan Logam Berbeda
Metode pengujian ini mengamati pembentukan endapan di dalam larutan ketika logam berbeda dicampur bersama elektrolit. Elektrolit dapat menyebabkan terbentuknya endapan ketika ditambahkan dengan logam.

Kesimpulan

Membedakan larutan elektrolit dan non-elektrolit memang penting dalam ilmu kimia. Tidak hanya berguna di dalam laboratorium, pengujian ini juga dapat dilakukan dengan bahan-bahan sederhana yang tersedia di rumah.

Baik untuk studi atau hanya sekadar pengetahuan, memahami cara dan metode pengujian merupakan langkah awal yang tepat untuk membedakan di antara dua jenis larutan tersebut. Ingatlah, cara yang baik untuk menghindari kesalahan adalah dengan melakukan pengujian dengan teliti dan akurat.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment