Pengertian Dan Manfaat Puasa Ramadhan Secara Bahasa Lengkap Dalilnya
Pengertian Puasa Menurut Bahasa Dan Istilah

Dilaungkan oleh Rasulullah SAW sebagai wajib bagi semua orang muslim, Puasa merupakan salah satu rukun islam yang berfungsi sebagai ibadah untuk mencapai ketaqwaan. Meskipun dalam pengertian nya diyakini cukup sederhana, bagi orang awam, mungkin ada kebingungan untuk mengetahui pengertian puasa menurut bahasa dan istilah yang tepat. Berikut kami berikan pengertian puasa menurut bahasa dan istilah secara lengkap.

Pengertian Puasa Secara Istilah

Jika kita diibaratkan sebagai sebuah istilah, puasa diketahui sebagai rukun islam yang ketiga. Puasa berarti menahan atau menahan perasaan dorongan untuk melakukan makan, minum atau mengerjakan hubungan seksual, dari mulai sebelum matahari terbit hingga matahari tenggelam. Puasa dimulai dari saat dini hari hingga malam hari, dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan di mana orang tersebut merasa lapar, haus, kelelahan, atau jijik dari energi saat perut yang kosong sepanjang hari. Dalam pengertiannya, puasa mewai referinsi berbeda pada waktu, tempat, dan situasi yang berbeda, tergantung pada agama yang dipraktekkan.

Makna Puasa dalam Bahasa Arab

Sedangkan dalam bahasa Arab, pengertian puasa yang diambil dalam Al-Qur’an adalah: الصّوم, yang berarti “menahan diri dan memelihara diri dari hal-hal yang ditentukan.” Hal ini berarti, selain dari lapar dan haus, banyak orang berpuasa juga dari hal-hal lain, seperti keributan, godaan, dan perbuatan dosa. Dengan meninggalkan kebiasaan buruk itu, siapapun bisa mencapai kedamaian, persatuan, dan Benteng Rohaniah.

Rukun Puasa Dalam Islam

Berpuasa di dalam Islam dikenal sebagai sebuah rukun ibadah, selain shalat, menunaikan zakat, dan berhaji. Berbeda dengan setiap kalender agama lain, waktu puasa dalam islam tidak berubah. Namun, mungkin berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Puasa diwajibkan bagi semua orang muslim yang telah dewasa, dan wajib dilakukan satu bulan penuh, yang biasa disebut Ramadhan.

Firman Allah dalam Alquran

Untuk membuktikan pentingnya menjalankan puasa, Allah SAW telah menyebutkan
dalam Al- Qur’an berbagai ayat. Ayat-ayat tersebut berbicara tentang perlunya berpuasa dan mendapatkan pahala dari Allah yang meliputi semua orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Di antaranya adalah Surat Al Baqarah, verse 183 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Manfaat Puasa untuk Kehidupan manusia

Puasa mampu memberikan manfaat spiritual dan jasmani yang tidak bisa diraih dengan cara lain. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari berpuasa:

  • Mempererat hubungan dengan Allah SWT.
  • Membantu kita memahami penderitaan dan keteguhan beragama dari orang yang lebih miskin secara jasmani dan spiritual.
  • Mengharmoniskan dan memberi penyegaran fisik untuk tubuh manusia.
  • Menaikkan tingkat kesabaran dan peka kita terhadap orang lain.
  • Membantu menormalkan tekanan darah.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Membantu meningkatkan kualitas tidur.
  • Membantu meningkatkan konsentrasi.

Hukum Puasa Dalam Islam

Puasa di dalam Islam dikenal sebagai sebuah ibadah, yang dianjurkan oleh Allah SWT, dan di wajibkan olehnya bagi pelakunya. Menurut hadits, puasa diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW di bulan Sya’ban pada tahun sebelum hijrah. Oleh karena itu, puasa dalam islam berada di antara kewajiban seorang muslim yang harus dilakukan untuk menyatakan kesetiaan pada Tuhan dan Islam. Dalam hal ini, puasa adalah salah satu hak milik Allah yang wajib diterima dan diikuti dengan tulus, keteguhan, dan ketabahan.

Hukum Membatalkan Puasa

Berdasarkan syariat islam, pelaku puasa diwajibkan untuk mencapai ketaqwaan. Bagi mereka yang merasa tidak mampu untuk berpuasa secara penuh, hukumnya wajib untuk mengganti nya dengan melakukan qadha’, yaitu mengganti hari puasa yang terlewat hari itu dengan hari yang lain. Namun, untuk membatalkan hari puasa ada syarat tertentu, di antaranya adalah puasa berhenti karena haid, mati, sakit parah, dan melahirkan. Puasa juga boleh ditinggalkan, jika orang yang berpuasa dalam kondisi jalan jauh atau mengalami musibah.

Puasa Juga Merupakan Ajaran Kristen dan Yahudi

Puasa dalam agama-agama lain juga memiliki tingkat kepatuhan yang sangat tinggi. Kristen dan Yahudi menganut teori yang hampir sama dengan para umat islam. Berbeda dengan islam, dalam agama Kristen dan Yahudi waktu berpuasa berbeda tergantung pada keputusan pemerintahan dan acara. Namun, maksud dan tujuan dari puasa itu tetap sama, yaitu untuk berbuat kebajikan, berempati terhadap sesama, berhenti dari perilaku buruk, dan berusaha meningkatkan keintiman dengan Tuhan.

Kesimpulan

Puasa merupakan salah satu

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment