Pemrograman visual adalah salah satu teknik yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Dalam teknik ini, pemrogram dapat membuat antarmuka yang intuitif menggunakan grafik dan objek, sebagai alternatif dari murni aksara (source code).

Dalam adegan yang semakin berkembang dan kompetitif, pemrograman visual menjadi solusi yang sangat efektif. Pemrograman visual juga mempunyai sejumlah keunggulan yang membuatnya lebih mudah digunakan. Apa saja keunggulan-keunggulan ini?

1. Visualisasi Memudahkan Pemahaman

Pemrograman visual memungkinkan pengembang untuk membuat kode dalam bentuk grafik dan objek. Ini adalah perbedaan besar dibandingkan dengan teknik pengembangan perangkat lunak tradisional yang hanya menggunakan teks atau kode.

Dalam pemrograman visual, pengembangan program mudah dipahami karena grafik dan objek yang disediakan. Pemrogram tidak harus memahami kode secara menyeluruh untuk dapat bekerja pada proyek kode yang lebih kompleks. Daripada harus mempelajari contekan kode, pengembang akan lebih mudah memahami pola grafis dan objek yang digunakan.

2. Kode Visual Mudah Dipahami

Pemrograman visual memperlihatkan tampilan visual pada kode yang telah dibuat. Ini memungkinkan pengguna untuk memahaminya lebih mudah.

Begitu pula dengan pengembang pemula, pemrograman visual dapat menghindarinya dari kesalahan yang biasa terjadi dalam pengembangan melalui kode. Dalam mode visual, pengguna dapat membaca kode lebih mudah karena visualisasi tampak lebih jelas dan mudah dipahami.

3. Pemrograman Visual Menghemat Waktu

Pemrograman visual memungkinkan pengembang untuk membuat desain di dalam suatu lingkungan grafik.

Lingkungan grafik yang dihasilkan memperlihatkan host dari desain, yang memudahkan pengembang mengedit lokasi, ukuran, dan posisi objek. Karena kode pada pemograman visual mudah dimengerti dan dibaca, ini akan menghemat banyak waktu.

4. Pemrograman Visual Bersifat Modular

Pemrograman visual memperlihatkan tampilan yang mudah dimengerti pada kode. Ini memungkinkan pengembang untuk mengorganisir kode menjadi lebih bersifat modular, yang berguna untuk mempermudah pengembangan produk.

Dalam pemrograman visual, pengembang dapat mengelompokkan kode dan object dengan mudah. Selain itu, semakin banyak pengguna yang mengelompokkan kode dan objek dengan baik, maka akan lebih mudah untuk mengedit dan mengembangkannya.

5. Pemrograman Visual Mempermudah Dokumentasi

Selain mudah dipahami dan lebih visual, pemrograman visual juga dapat mempermudah dokumenasi. Dokumentasi dapat dilengkapi dengan gambar visual untuk menjelaskan fungsionalitas dari kode yang sedang dikerjakan.

Ini mempermudah penerima dokumen untuk memahami fungsionalitas kode dan kependekatan yang diambil dalam pengembangan kode tersebut. Penggunaan pemograman visual dalam dokumentasi juga akan memperlihatkan menjadi lebih impresif dan menarik.

6. Pemrograman Visual Menyederhanakan Alur Kerja

Dengan pemrograman visual, pengembang dapat menyederhanakan alur kerja mereka dengan membuat kode yang ketika itu diperlukan tanpa harus mempelajari kode sebelumnya.

Karena kode dan objek dibahas lebih jelas, akan lebih mudah bagi developer untuk memahami tingkatan kesulitan setiap bagian program dan menyiapkan strategi yang tepat. Selain itu, pemrograman visual juga akan memperlihatkan lebih jelas bagaimana interaksi antara kode sehingga menciptakan program yang lebih efisien.

7. Aplikasi Yang Lebih User-Friendly

Dalam pengembangan aplikasi, user interface (UI) dan user experience (UX) merupakan perhatian utama. Pemrograman visual akan memperhatikan hal ini karena penggunaan gambar, warna, dan animasi akan memberi tampilan yang lebih cantik dan lebih mudah dimengerti pengguna.

Tampilan yang menarik dan mudah dimengerti akan memperbaiki user experience (ux) dan kemudian menarik user untuk menggunakan aplikasi.

8. Interpretasi Lintas Platform yang Lebih Mudah

Kode pada pemrograman visual biasanya lebih mudah untuk diterjemahkan dari satu platform ke platform lain, karena kode lebih bersifat bahasa universal.

Dalam pengelolaan aplikasi yang kompleks, pengembang akan dituntut untuk membuat aplikasi yang dapat bekerja di berbagai platform. Dalam kasus ini, pengembang dapat mempergunakan bahasa kode yang sama pada berbagai platform. Karena kiat inisiatif sintaks juga serupa pada seluruh tempat penerapan, menghasilkan kesatuan dan konsistensi antara platform.

9. Meningkatkan Kolaborasi

Pemrograman visual memudahkan semua orang dalam satu tim untuk bekerja bersama. Pemrograman visual membuat pekerjaan menjadi lebih mudah karena lebih visual. Developer yang terlibat dalam pengembangan program akan lebih mudah untuk memajukan pekerjaannya dalam tiap-tiap fase.

Saat pemrogram bekerja sebagai tim, pemrograman visual akan menjadi lebih intuitif dan mudah dimengerti oleh mereka karena tersedianya dokumentasi dan diskusi yang lebih mudah.

10. Kode Lebih Mudah Diubah

Dalam pemrograman visual, setiap objek dan kode dapat diubah dengan mudah. Ini dibandingkan dengan penulisan kode melalui teks atau aksara. Dalam pemrograman visual, cukup melakukan perubahan pada objek grafik maka akan berpengaruh pada kode dengan terserah otomatis.

Dalam pengembangan program, perubahan dan integrasi yang cepat adalah suatu hal yang sangat penting. Oleh karena itu, pemrograman visual mempermudah pengembangan dari seluruh sisi, mulai dari pengembangan modul hingga pengembangan aplikasi lengkap.

Dalam hal pengembangan perangkat lunak, pemrograman visual adalah pilihan teknologi yang lebih mudah digunakan. Teknik ini memudahkan pengembang dalam memvisualisasikan kode, serta memperjelas fungsionalitas dari tiap-tiap bagian dalam kode.

Karena itu, pemrograman visual akan menjadi lebih menarik bagi pengembang dan juga lebih efektif dalam pengembangannya. So, keep calm and pemrograman visual lebih mudah dilakukan karena lebih visual dan bersifat modular!

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment