Masa pemerintahan Gus Dur menjadi salah satu masa paling bersejarah dalam sejarah Indonesia. Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur, terpilih sebagai presiden Indonesia keempat pada tahun 1999 setelah jatuhnya Soeharto.

Masa pemerintahan Gus Dur diwarnai dengan berbagai reformasi dan kontroversi. Ia berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan politik yang melanda pada akhir tahun 1990-an, tetapi juga terlibat dalam sejumlah skandal yang menyebabkan ia dimakzulkan oleh DPR pada tahun 2001.

Apesar adanya kontroversi, Gus Dur tetap dikenang sebagai sosok yang demokratis dan toleran. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan selalu memperjuangkan hak-hak kaum tertindas.

Awal Masa Pemerintahan Gus Dur

Masa pemerintahan Gus Dur dimulai pada tanggal 20 Oktober 1999. Ia dilantik sebagai presiden setelah memenangi pemilihan umum yang diadakan pada tahun yang sama. Gus Dur merupakan presiden Indonesia pertama yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia.

Pada awal masa pemerintahannya, Gus Dur langsung melakukan berbagai reformasi. Ia membebaskan ratusan tahanan politik, mencabut sejumlah undang-undang yang dianggap represif, dan melakukan restrukturisasi kabinet. Gus Dur juga melakukan pendekatan terhadap kelompok-kelompok separatis di Aceh dan Papua, yang selama ini menuntut kemerdekaan.

Reformasi Politik dan Ekonomi

Salah satu reformasi terpenting yang dilakukan oleh Gus Dur adalah perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Amandemen UUD 1945 ini membatasi masa jabatan presiden menjadi dua periode, memperkuat peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan memberikan otonomi yang lebih luas kepada daerah.

Di bidang ekonomi, Gus Dur mengambil langkah-langkah untuk mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1990-an. Ia antara lain melakukan restrukturisasi perbankan, menutup sejumlah bank yang bermasalah, dan melakukan privatisasi beberapa perusahaan milik negara.

Kontroversi dan Makzulkan

Masa pemerintahan Gus Dur juga diwarnai dengan sejumlah kontroversi. Ia dituduh terlibat dalam kasus korupsi, penyuapan, dan nepotisme. Gus Dur juga sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial, seperti ketika ia menyebut Soeharto sebagai “koruptor terbesar di Indonesia” dan ketika ia mengatakan bahwa “Islam Nusantara” berbeda dengan Islam Timur Tengah.

Kontroversi-kontroversi tersebut akhirnya menyebabkan Gus Dur dimakzulkan oleh DPR pada tahun 2001. Ia digantikan oleh wakil presidennya, Megawati Soekarnoputri.

Kebijakan Gus Dur

  • Membebaskan ratusan tahanan politik.
  • Mencabut sejumlah undang-undang yang dianggap represif.
  • Melakukan restrukturisasi kabinet.
  • Melakukan pendekatan terhadap kelompok-kelompok separatis di Aceh dan Papua.
  • Mengesahkan perubahan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Melakukan restrukturisasi perbankan.
  • Menutup sejumlah bank yang bermasalah.
  • Melakukan privatisasi beberapa perusahaan milik negara.

Metode Pemerintahan Gus Dur

  • Gus Dur menggunakan pendekatan yang demokratis dan toleran dalam menjalankan pemerintahan.
  • Ia selalu berusaha mengakomodasi kepentingan semua pihak.
  • Gus Dur juga dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.
  • Ia sering melakukan blusukan ke berbagai daerah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Keuntungan/Kelebihan Masa Pemerintahan Gus Dur

  • Gus Dur berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan politik yang melanda pada akhir tahun 1990-an.
  • Ia juga melakukan berbagai reformasi yang membawa perubahan positif bagi Indonesia.
  • Gus Dur adalah sosok yang demokratis dan toleran, sehingga ia bisa diterima oleh semua pihak.
  • Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Contoh Kebijakan Gus Dur

  • Gus Dur membebaskan ratusan tahanan politik, termasuk aktivis demokrasi dan HAM.
  • Ia mencabut sejumlah undang-undang yang dianggap represif, seperti Undang-Undang Anti Subversi dan Undang-Undang Penyiaran.
  • Gus Dur juga melakukan restrukturisasi kabinet dengan mengangkat sejumlah menteri yang berasal dari kalangan profesional dan aktivis.
  • Ia melakukan pendekatan terhadap kelompok-kelompok separatis di Aceh dan Papua, yang selama ini menuntut kemerdekaan.

Tips Menerapkan Metode Pemerintahan Gus Dur

  • Gunakan pendekatan yang demokratis dan toleran dalam menjalankan pemerintahan.
  • Selalu berusaha mengakomodasi kepentingan semua pihak.
  • Dekat dengan rakyat dan sering melakukan blusukan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.
  • Berani mengambil keputusan yang tegas dan tidak terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu.

Kesimpulan

Masa pemerintahan Gus Dur adalah masa yang penuh dengan perubahan dan kontroversi. Gus Dur berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan politik, tetapi ia juga terlibat dalam sejumlah skandal yang menyebabkan ia dimakzulkan. Apesar adanya kontroversi, Gus Dur tetap dikenang sebagai sosok yang demokratis dan toleran, serta sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment