Kosakata Yang Penulisannya Telah Sesuai Dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Disebut – Dalam bahasa Indonesia, ejaan memiliki pedoman umum dan jika kosakata kita ditulis sesuai dengan pedoman tersebut, maka dianggap benar.

Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang kosakata yang penulisannya sudah sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.

Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia

Ejaan bahasa Indonesia adalah tata cara penulisan bahasa Indonesia yang mencakup tata cara penulisan huruf, tanda baca, dan penggunaan kata.

Secara resmi, ejaan ini dibakukan pada tahun 1972 melalui peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1972.

Kosakata yang Sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, ejaan memiliki pedoman umum dan jika kosakata kita ditulis sesuai dengan pedoman tersebut, maka dianggap benar.

Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang kosakata yang penulisannya sudah sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.

1. Kosakata dengan Awalan Ber-

Kata-kata dengan awalan “ber-” seharusnya ditulis tanpa tanda hubung dan “r” ganda yang berarti bahwa kata tersebut termasuk dalam golongan ber.

Contoh tidak benar: ber-intelegensi, ber-alun-alun
Contoh benar: berintelegensi, beralun-alun

2. Kosakata dengan Awalan Me-

Kata-kata dengan awalan “me-“, seharusnya tidak menggunakan tanda hubung dan jika kata berikutnya dimulai dengan huruf kapital, maka bagian awal kata me- digabungkan ke dalam kata tersebut.

Contoh tidak benar: me-Lihat, me-Nulis
Contoh benar: melihat, Menulis

3. Kosakata dengan Awalan Pe-

Kata-kata dengan awalan “pe-“, seharusnya tidak menggunakan tanda hubung dan jika kata berikutnya dimulai dengan huruf kapital, maka bagian awal kata pe- digabungkan ke dalam kata tersebut.

Contoh tidak benar: pe-Rtani, pe-nyanyi
Contoh benar: petani, penyanyi

4. Kata Berimbuhan -an dan -i

Kata-kata yang berimbuhan -an atau -i, seharusnya imbuhan tersebut ditulis tanpa tanda hubung.

Contoh tidak benar: bi-aya, pas-ca-trawis
Contoh benar: biaya, pasca-trawis

5. Kata dengan Gabungan Huruf Awal

Kata-kata yang mempunyai gabungan huruf awal seperti kh, ng, ny, sy, dan tr, seharusnya huruf tersebut ditulis lengkap.

Contoh tidak benar: konsultasi, konsultasikan
Contoh benar: konsultasi, konsultasikan

6. Penulisan Kata Berikut

Kata-kata seperti “pihak” dan “pegawai negeri sipil” seharusnya tidak ditulis dengan huruf kapital, kecuali jika menyebutkan nama instansi atau jabatan yang bersangkutan.

Contoh tidak benar: Pihak Pemerintah, Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Contoh benar: pihak pemerintah, pegawai negeri sipil (PNS)

7. Kata Ganti Orang dan Kata Depan

Kata ganti orang (aku, kamu, dia, kami, kalian, mereka) dan kata depan (dalam, pada, dengan, dihadapan, diantara, dst) seharusnya tidak ditulis dengan huruf kapital kecuali jika menempati posisi awal kalimat.

Contoh tidak benar: Aku suka makan nasi goreng DI atas meja.
Contoh benar: Aku suka makan nasi goreng di atas meja.

8. Penggunaan Tanda Baca Koma

Tanda baca koma digunakan untuk memisahkan unsur dalam kalimat dan tidak digunakan sebelum konjungsi “dan”, “atau”, atau “serta”.

Contoh tidak benar: Dia sedang makan, dan minum.
Contoh benar: Dia sedang makan dan minum.

9. Penulisan Suku Kata Hidup dan Mati

Suku kata hidup (baa-ru, be-ra-sa) seharusnya lebih diutamakan dari suku kata mati (ba-gi-an, bo-leh-kan).

Contoh tidak benar: Le-kas da-tang ke ru-mah sa-ya.
Contoh benar: Le-kas da-tang ke ru-mah sa-ya.

10. Penulisan Akhiran -kan dan -kah

Akhiran -kan dan -kah seharusnya ditulis tanpa tanda hubung, kecuali kata dasarnya sudah berakhiran -k atau -h.

Contoh tidak benar: menge-cek-an, aku bertan-dang-kah
Contoh benar: mengecekkan, aku bertandangkah.

Gampang, kan, penggunaan kosakata yang penulisannya telah sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia? Dalam penggunaannya, tentunya kita perlu terbiasa dan selalu berlatih agar tidak salah penulisan. Selamat mencoba!

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment