Konsep Wawasan Nusantara merupakan landasan filosofi dan paradigma pemersatu bangsa Indonesia yang memandang bangsa dan negara Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh dan berdaulat. Konsep ini lahir dari perenungan mendalam para pendiri bangsa Indonesia tentang kondisi geografis wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan keanekaragaman suku, bahasa, budaya, dan agama. Konsep ini pertama kali diutarakan oleh Mohammad Yamin dalam Seminar Wawasan Nusantara pada tahun 1957 dan kemudian disempurnakan oleh Jenderal Soedirman dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Konsep Wawasan Nusantara mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Konsep ini memandang Indonesia sebagai suatu kesatuan wilayah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Wawasan Nusantara menekankan pentingnya keseimbangan dan keselarasan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Implementasi Konsep Wawasan Nusantara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diwujudkan dalam berbagai aspek, di antaranya:

Hakikat Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara mempunyai hakikat berupa wawasan yang mencakup kesadaran dan keyakinan tentang diri bangsa Indonesia, yaitu kesadaran dan keyakinan akan eksistensi bangsa Indonesia sebagai suatu kesatuan politik yang mempunyai identitas nasional.

Adapun ciri-ciri Wawasan Nusantara, di antaranya:

  • Berorientasi pada kepentingan nasional.
  • Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Mengakui dan menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.
  • Memiliki wawasan ke luar dengan tetap menjaga kepentingan nasional.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan dan Fungsi Wawasan Nusantara

Tujuan dari Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang utuh dan berdaulat, serta membentuk identitas nasional yang kuat di tengah-tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Adapun fungsi Wawasan Nusantara, di antaranya:

  • Sebagai visi dan misi bangsa Indonesia.
  • Sebagai pedoman dalam penyusunan rencana pembangunan nasional.
  • Sebagai landasan dalam penyelesaian konflik dan pertikaian di dalam negeri.
  • Sebagai filter dalam menghadapi pengaruh globalisasi.

Asas Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara didasarkan pada asas-asas:

  • Asas Nusantara, yaitu memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah.
  • Asas Kepulauan, yaitu memandang Indonesia sebagai negara kepulauan yang mempunyai bentuk dan tata susunan wilayah yang khas.
  • Asas Bhinneka Tunggal Ika, yaitu memandang Indonesia sebagai negara yang mempunyai keanekaragaman suku, budaya, dan agama, tetapi tetap satu kesatuan.
  • Asas Wawasan Ke outward-looking, yaitu memandang Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional yang saling berinteraksi dan kerja sama.

Implementasi Wawasan Nusantara

Implementasi Wawasan Nusantara dilakukan dalam berbagai bidang, seperti:

  • Bidang Politik: Melalui penerapan sistem politik yang demokratis, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan menjaga stabilitas nasional.
  • Bidang Ekonomi: Melalui pembangunan ekonomi yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
  • Bidang Sosial dan Budaya: Melalui pelestarian nilai-nilai budaya, pengembangan pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan sosial.
  • Bidang Hankam: Melalui pengembangan dan penguatan sistem pertahanan dan keamanan negara.

Tantangan Wawasan Nusantara

Dalam implementasinya, Wawasan Nusantara menghadapi beberapa tantangan, di antaranya:

  • Disintegrasi bangsa: Adanya potensi konflik antar etnis, agama, atau kelompok kepentingan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Ketimpangan antar wilayah: Terdapat kesenjangan pembangunan antara wilayah timur dan barat sehingga berdampak pada kesenjangan sosial dan ekonomi.
  • Pengaruh globalisasi: Dampak globalisasi dapat mengikis nilai-nilai budaya dan identitas nasional.
  • Konflik perbatasan dan teritorial: Indonesia menghadapi sengketa wilayah dengan beberapa negara tetangga yang berpotensi mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

Penutup

Konsep Wawasan Nusantara merupakan landasan filosofis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan mengimplementasikan konsep ini secara konsisten, Indonesia dapat mengatasi berbagai tantangan dan membangun bangsa yang kuat, sejahtera, dan berdaulat.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment