Mengapa Terjadi Pelanggaran Ham Jelaskan Tiga Bentuk Pelanggaran Ham Berat
Jelaskan Tiga Bentuk Pelanggaran Ham Berat

Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) adalah tindakan yang melanggar hak-hak individu atau kelompok yang memiliki otoritas untuk melakukannya yang diberikan oleh universal dan instrumen hukum yang berlaku. Warga negara manapun dapat menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia. Pelanggaran-pelanggaran HAM berat, seperti yang tercantum dalam Jenewa Konvensi 1949, mengacu pada kejahatan-kejahatan besar yang sering disebut sebagai “kejahatan kontra kemanusiaan”, termasuk sejumlah tindakan terkoordinasi, seperti genosida, pemusnahan orang, pemindahan paksa, pembunuhan sistematis, konsentrasi kamp, penyiksaan, perbudakan seksual dan lain-lain. Berikut adalah tiga bentuk yang paling berat dari pelanggaran HAM:

Genosida

Genosida adalah “penghapusan sengaja dari seluruh atau sebagian dari suatu kelompok”.Tindakan ini melibatkan bermacam-macam tindakan yang bertujuan untuk memusnahkan suatu kelompok etnis, ras, agama, atau lainnya. Jenis pelanggaran ini juga bisa terjadi melalui berbagai cara, seperti pembunuhan, pemusnahan, penebatan, atau pembuangan suatu kelompok. Negara yang melakukan tindakan ini dapat dikenai sanksi hukum internasional dan juga didefinisikan sebagai ancaman bagi stabilitas regional. Genosida bisa juga dipicu oleh diskriminasi dan fanatisme.

Perbudakan Seksual

Perbudakan seksual adalah suatu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang umumnya berdampak pada pekerja seksual, terutama perempuan. Ini melibatkan paksaan seksual dan perlakuan kekerasan yang luar biasa. Secara internasional, Komisi PBB untuk Penghapusan Perbudakan Seksual telah menjadi forum yang memelihara usaha untuk mengakhiri tindakan inhuman ini. Komisi ini mengidentifikasi beberapa faktor seperti kurangnya akses dokumen, faktor ekonomi, dan ketimpangan gender yang dapat memperkuat tindakan perbudakan seksual.

Pemindahan Paksa

Pemindahan paksa adalah suatu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang melibatkan pemindahan suatu orang atau kelompok orang untuk tujuan penal. Pemindahan ini bisa terjadi dengan paksa atau dengan dorongan ekonomi. Pemindahan paksa dapat terjadi karena agresi, konflik, dan ketidakadilan sosial. Selain itu, pemindahan paksa bisa juga terjadi karena adanya pengampunan atau pertukaran tahanan yang diprakarsai oleh suatu pemerintah, atau pemaksaan yang dilakukan oleh aparat pemerintah. Akibat dari tindakan pemindahan ini biasanya sangat buruk bagi para korban.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment