Saluran Distribusi Listrik – PT. ARRASYA TEKNIK MANDIRI
Jelaskan Tahap-tahap Dalam Distribusi Dan Transmisi Energi Listrik

Sistem Distribusi Tenaga Listrik adalah sistem yang digunakan untuk melakukan transmisi dan distribusi energi listrik ke berbagai pelanggan. Sistem ini terdiri dari berbagai tahap yang saling terkait. Untuk memahami lebih jauh tahapan dari sistem distribusi dan transmisi energi listrik, berikut adalah gambarannya.

Tahap 1: Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik adalah tahap awal dalam sistem distribusi dan transmisi tenaga listrik. Pembangkit listrik dapat berupa pembangkit listrik termal, hidro, nuklir, ataupun tenaga terbarukan. Pembangkit listrik ini akan menghasilkan energi listrik dan mengirimkannya ke jaringan transmisi.

Energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik akan melewati saluran transmisi. Anjungan transmisi berfungsi untuk membentuk jalur dalam bentuk sirkuit terpisah dari pembangkit listrik. Saluran ini akan mengirim energi listrik ke pemutus seri (jurus) yang akan memutuskan sirkuit dari jaringan transmisi.

Selanjutnya, energi listrik akan mengalir dari jaringan transmisi dan menuju pusat distribusi, di mana energi listrik yang sudah dialirkan akan ditransformasi.

Tahap 2: Transformator Tingkat Distribusi

Setelah dialirkan ke pusat distribusi, energi listrik akan masuk ke transformator tingkat distribusi. Transformator tingkat distribusi ini akan mengubah energi listrik menjadi bentuk yang lebih rendah. Transformator ini akan memutar voltase untuk memudahkan aliran listrik.

Setelah ditransformasikan, energi listrik akan kembali dialirkan ke pusat distribusi. Di sana, energi listrik akan dialirkan melalui seperangkat trafo masuk listrik yang akan memberikan tegangan rendah.

Setelah melewati trafo masuk listrik, energi listrik akan kembali dialirkan melalui jaringan saluran distribusi menuju pelanggan. Jalur saluran distribusi akan mencakup jaringan tegangan tinggi, menengah, ataupun dibawah tegangan.

Tahap 3: Pemutus Sirkuit dan Reed Switch

Ketika energi listrik sampai di Pelanggan, energi listrik ini akan dialirkan melalui alat kontrol listrik, seperti reed switch. Reeds switch ini akan memilih lampu yang akan dihidupkan saat listrik sampai di pelanggan.

Kemudian, listrik akan melewati pemutus sirkuit. Pemutus sirkuit ini berfungsi untuk mematikan aliran listrik ketika terjadi arus gangguan. Pemutus sirkuit ini berfungsi secara otomatis, hal ini difungsikan untuk mencegah terjadinya arus listrik yang berlebihan.

Ketika energi listrik sudah sampai ke Pelanggan, masih akan melewati meter listrik yang akan mengukur daya listrik yang digunakan dan akan mengirim data ini ke penyedia listrik.

Tahap 4: Pemakaian Energi Listrik oleh Pelanggan

Ketika energi listrik telah sampai ke Pelanggan dan dialirkan melalui peralatan-peralatannya, maka energi listrik ini sudah bisa digunakan oleh pelanggan. Pelanggan dapat menggunakan energi listrik untuk menghidupkan berbagai peralatan rumah tangga, seperti lampu, AC, dan mesin cuci.

Selanjutnya, energi listrik yang telah digunakan oleh pelanggan akan dibengkel kembali ke pusat distribusi melalui saluran distribusi. Di sana, energi listrik akan mengalir melalui transformator tingkat distribusi di pusat distribusi. Setelah melewati transformator, energi listrik akan dialirkan ke jaringan transmisi dan akan melewati pembangkit listrik untuk memulai siklus distribusi dan transmisi listrik itu kembali.

Kesimpulan Tahap-tahap Distribusi dan Transmisi Energi Listrik

Tahapan dari distribusi dan transmisi energi listrik merupakan siklus yang saling terkait. Tahapan ini dimulai dari pembangkit listrik, dimana energi listrik akan ditransformasikan sehingga dapat diedarkan melalui jaringan transmisi menuju pelanggan. Di sana, energi listrik akan disaring oleh reeds switch dan dialirkan melalui pemutus sirkuit sebelum akhirnya dibengkel kembali kepada pusat distribusi. Dengan demikian, siklus distribusi dan transmisi energi listrik akan berlangsung.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment