Silogisme merupakan argumen deduktif yang terdiri dari tiga proposisi, yaitu premis mayor, premis minor, dan konklusi. Premis adalah pernyataan yang mendukung konklusi, sedangkan konklusi adalah pernyataan yang ditarik dari premis. Silogisme dinyatakan valid jika konklusinya secara logis mengikuti premis-premisnya. Berikut beberapa contoh soal silogisme yang dapat membantu Anda mengasah kemampuan berpikir logis:

Semua mamalia berdarah panas.
Semua kucing adalah mamalia.
Jadi, semua kucing berdarah panas.

Semua atlet berolahraga.
Andi adalah atlet.
Jadi, Andi berolahraga.

Semua mahasiswa adalah pelajar.
Semua pelajar adalah orang yang menuntut ilmu.
Jadi, semua mahasiswa adalah orang yang menuntut ilmu.

Struktur Silogisme

Struktur silogisme terdiri dari tiga proposisi: premis mayor, premis minor, dan konklusi. Premis mayor adalah proposisi umum yang berisi informasi tentang kelas atau kelompok tertentu. Premis minor adalah proposisi khusus yang berisi informasi tentang anggota tertentu dari kelas atau kelompok tersebut. Konklusi adalah proposisi yang ditarik dari premis mayor dan premis minor. Konklusi harus mengikuti secara logis dari premis-premisnya.

Premis Mayor

Premis mayor menyatakan informasi umum tentang suatu kelas atau kelompok. Biasanya diawali dengan kata-kata seperti “Semua”, “Tidak ada”, atau “Sebagian besar”.

Premis Minor

Premis minor menyatakan informasi tentang anggota tertentu dari kelas atau kelompok yang dibahas dalam premis mayor. Biasanya diawali dengan kata-kata seperti “Beberapa”, “Beberapa tidak”, atau “Individu tertentu”.

Konklusi

Konklusi adalah proposisi yang ditarik dari premis mayor dan premis minor. Konklusi harus mengikuti secara logis dari premis-premisnya. Jika premis-premisnya benar dan argumennya valid, maka konklusi juga akan benar.

Jenis Silogisme

Terdapat beberapa jenis silogisme, yaitu silogisme kategoris, silogisme hipotesis, dan silogisme disjungtif. Berikut penjelasannya:

Silogisme Kategoris

Silogisme kategoris terdiri dari proposisi-proposisi kategoris yang menegaskan atau meniadakan keanggotaan suatu individu dalam suatu kelas. Contohnya:

  • Semua mahasiswa adalah pelajar.
  • Andi adalah mahasiswa.
  • Jadi, Andi adalah pelajar.

Silogisme Hipotesis

Silogisme hipotesis terdiri dari proposisi-proposisi hipotesis yang menyatakan hubungan sebab-akibat. Contohnya:

  • Jika hujan, maka jalan akan basah.
  • Hujan turun.
  • Jadi, jalan akan basah.

Silogisme Disjungtif

Silogisme disjungtif terdiri dari proposisi-proposisi disjungtif yang menyatakan pilihan alternatif. Contohnya:

  • Entah Andi akan pergi ke pantai atau ke gunung.
  • Andi tidak pergi ke pantai.
  • Jadi, Andi pergi ke gunung.

Validitas Silogisme

Validitas silogisme ditentukan oleh apakah konklusinya mengikuti secara logis dari premis-premisnya. Terdapat beberapa aturan validitas silogisme, yaitu:

Aturan Distribusi

  • Jika suatu suku didistribusikan dalam premis, maka suku tersebut harus juga didistribusikan dalam konklusi.

Aturan Kuantitas

  • Jika suatu premis negatif, maka konklusinya harus negatif.
  • Jika kedua premis afirmatif, maka konklusinya harus afirmatif.

Aturan Tengah

  • Suku tengah (yang muncul di kedua premis) harus didistribusikan setidaknya dalam salah satu premis.

Contoh Soal Silogisme dengan Penjelasan

Berikut adalah beberapa contoh soal silogisme disertai penjelasannya:

Contoh 1

Semua mahasiswa adalah terpelajar.
Andi adalah mahasiswa.
Jadi, Andi adalah terpelajar.

**Penjelasan:**
Silogisme ini valid karena memenuhi aturan validitas. Premis mayor adalah “Semua mahasiswa adalah terpelajar”, yang menyatakan bahwa seluruh anggota kelas “mahasiswa” termasuk dalam kelas “terpelajar”. Premis minor adalah “Andi adalah mahasiswa”, yang menyatakan bahwa Andi adalah anggota kelas “mahasiswa”. Konklusi “Andi adalah terpelajar” mengikuti secara logis dari premis-premis ini, karena Andi sebagai anggota kelas “mahasiswa” juga termasuk dalam kelas “terpelajar”.

Contoh 2

Semua dokter mengobati pasien.
Ani adalah dokter.
Jadi, Ani tidak mengobati pasien.

**Penjelasan:**
Silogisme ini tidak valid karena melanggar aturan kuantitas. Premis mayor adalah “Semua dokter mengobati pasien”, yang menyatakan bahwa seluruh anggota kelas “dokter” mengobati pasien. Premis minor adalah “Ani adalah dokter”, yang menyatakan bahwa Ani adalah anggota kelas “dokter”. Konklusi “Ani tidak mengobati pasien” tidak mengikuti secara logis dari premis-premis ini, karena konklusi yang benar seharusnya “Ani mengobati pasien”.

Contoh 3

Beberapa hewan adalah mamalia.
Semua mamalia berbulu.
Jadi, beberapa hewan berbulu.

**Penjelasan:**
Silogisme ini valid karena memenuhi aturan validitas. Premis mayor adalah “Beberapa hewan adalah mamalia”, yang menyatakan bahwa beberapa anggota kelas “hewan” termasuk dalam kelas “mamalia”. Premis minor adalah “Semua mamalia berbulu”, yang menyatakan bahwa seluruh anggota kelas “mamalia” berbulu. Konklusi “Beberapa hewan berbulu” mengikuti secara logis dari premis-premis ini, karena beberapa anggota kelas “hewan” yang termasuk dalam kelas “mamalia” juga berbulu.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment