Sujud syukur adalah salah satu bentuk rukun Islam yang sering diungkapkan oleh umat Muslim dalam rangka menyampaikan rasa syukur atas pemberian dari Allah SWT. Namun, ada beberapa ketentuan yang harus diikuti dalam sujud syukur.

Kesalahan dalam mengikutinya bisa berakibat fatal, termasuk membatalkan keutamaan amalan. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa ketentuan sujud syukur kecuali yang wajib diketahui umat Muslim.

1. Sujud Syukur Kecuali Setelah Shalat Jumat dan Idul Fitri

Sujud syukur dilarang dilakukan setelah shalat Jumat dan Idul Fitri karena hal tersebut bertentangan dengan hukum syariah. Alasannya, sujud ini bisa dianggap sebagai tambahan dalam ibadah wajib. Selain itu, kerapatan yang ada karena kepadatan jamaah bisa berpotensi mengganggu konsentrasi dalam melaksanakan ibadah.

Namun, jika seseorang belum melaksanakan shalat Jumat atau Idul Fitri, ia masih diperbolehkan untuk sujud syukur.

2. Tidak Boleh Dilakukan untuk Benda atau Manusia

Sujud syukur dilakukan sebagai ungkapan syukur atas pemberian Allah SWT. Oleh karena itu, ketentuan sujud syukur kecuali yang sangat penting adalah melarang sujud dilakukan untuk benda atau manusia. Bahkan, sujud kepada manusia atau benda dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Sujud syukur hanya boleh dilakukan secara khusus kepada Allah SWT dengan mengucapkan kalimat syukur. Ketentuan ini juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

3. Tidak Boleh Dilakukan sebagai Ibadah Biasa

Sujud syukur tidak boleh dilakukan sebagai ibadah biasa. Sebab, sujud syukur membutuhkan alasan khusus yang harus dinyatakan saat melakukan sujud. Alasan tersebut bisa berupa pemberian nikmat dan rizki, keselamatan dari musibah, kesembuhan dari penyakit, dan lain-lain.

Maka, bagi seseorang yang ingin melakukan sujud syukur, dia harus memiliki alasan khusus untuk melakukannya. Artinya, ia hanya boleh melakukan sujud syukur setelah merasakan nikmat atau terhindar dari bahaya tertentu, bukan sebagai bentuk ibadah biasa tanpa alasan yang jelas.

4. Tidak Boleh Dilakukan Sebagai Ibadah yang Rutin

Sujud syukur harus dilakukan sesuai alasannya. Tidak boleh dilakukan secara rutin tanpa adanya alasan yang jelas. Sebab, sujud syukur akan kehilangan nilai keberkahan jika dilakukan secara berlebihan atau tanpa perlu.

Sebaiknya, seseorang melakukan sujud syukur ketika merasakan keterhiburan, kebahagiaan, atau penyelesaian atas masalah atau kesulitan tertentu. Alasan ini akan memberikan penghargaan yang lebih terhadap nikmat yang diterima dan memperkuat kedekatan antara pelaku dengan Allah SWT.

5. Tidak Boleh Dilakukan dengan Bersandar pada Suatu Benda

Ketentuan sujud syukur kecuali selanjutnya adalah tidak diperkenankan melakukan sujud syukur dengan bersandar pada suatu benda. Sebab, sujud syukur adalah bentuk ibadah yang harus dilakukan secara langsung kepada Allah SWT.

Dalam melakukan sujud syukur, seseorang harus menghadap kiblat dan memperhatikan tata cara yang benar seperti rukun dalam ibadah lainnya. Karenanya, pelaku tidak boleh bersandar pada benda apapun seperti tembok atau meja saat melaksanakan sujud syukur.

6. Tidak Boleh Dilakukan Tanpa Waktu dan Tempat yang Tepat

Sujud syukur tidak boleh dilakukan pada waktu tertentu, kecuali pada waktu yang memang telah disediakan untuk kegiatan khusus tertentu. Selain itu, sujud syukur tidak boleh dilakukan di tempat yang tidak sesuai. Sebab, perbuatan ini hanya bisa dilakukan dalam kondisi yang terkontrol dan teratur.

Oleh karena itu, ketentuan sujud syukur kecuali yang sangat penting adalah pelaku harus memilih waktu dan tempat yang tepat ketika melaksanakan sujud syukur. Hal ini memastikan bahwa sujud syukur tidak menimbulkan gangguan dan tetap membawa nilai keberkahan dari Allah SWT.

7. Tidak Boleh Dilakukan dengan Latar Belakang yang Salah

Perlunya melakukan sujud syukur dengan latar belakang yang benar adalah salah satu ketentuan penting yang harus diperhatikan. Sebab, sujud syukur adalah bentuk ibadah yang unik dan harus dilakukan dengan sikap rendah hati untuk menerima nikmat-Nya.

Oleh karena itu, pelaku harus memiliki latar belakang yang benar seperti berpuasa, melakukan ibadah lainnya, atau setelah lega dari masalah yang mengganggu pikiran. Dengan demikian, sujud syukur yang dilakukan akan lebih bermakna dan bernilai.

8. Tidak Boleh Dilakukan dengan Niat Ibadah Lain

Sujud syukur harus dilakukan dengan niat yang benar. Jangan sampai melakukan sujud syukur dengan niat ibadah yang tidak sesuai. Ini dapat mengakibatkan sujud syukur tersebut tidak dianggap sebagai sujud syukur melainkan sekadar sujud biasa.

Sebaiknya pelaku harus memahami dengan baik tentang niat sujud syukur. Dalam hal ini, sujud syukur hanya dapat dilakukan dengan satu niat, yakni untuk syukur kepada Allah SWT dan menunjukkan rasa takzim terhadap-Nya.

9. Dilarang Dilakukan Sebagai Bentuk Perpindahan Agama

Sujud syukur tidak boleh digunakan sebagai bentuk perpindahan agama. Maksudnya, orang yang baru masuk Islam segera melakukan sujud syukur dan menyatakan kembali terima kasih kepada Allah SWT. Hal ini bisa menjadi bentuk pengaruh dari rekan atau masyarakat.

Oleh karena itu, sebaiknya untuk melakukan sujud syukur ada alasan khusus untuk dilakukan. Jangan hanya menggunakan sujud syukur sebagai alasan untuk merayakan hari besar atau sebagai cara untuk menunjukkan keislaman.

10. Tidak Boleh Menghilangkan Rukun dalam Pelaksanaannya

Sujud syukur memiliki ketentuan yang harus diikuti dalam pelaksanaannya. Ada rukun yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan baik. Rukun ini meliputi posisi yang benar dalam sujud, ucapan syukur, beberapa doa yang harus diucapkan dan lain sebagainya.

Dalam melaksanakan sujud syukur, pelaku harus memperhatikan dengan benar masing-masing rukun. Jangan sampai salah dalam melaksanakannya karena bisa merugikan diri sendiri.

Itulah beberapa ketentuan sujud syukur kecuali yang harus diikuti oleh umat Muslim. Melakukan sujud syukur yang benar akan membuat doa atau harapan yang diajukan kepada Allah SWT mudah dikabulkan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan nilai keberkahan dari sujud syukur, diperlukan pemahaman yang baik tentang ketentuan-ketentuan tersebut.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment