Apa Yang Dimaksud Dengan Murtad

Waktu saya masih kecil, tuan guru saya diganti dengan seseorang yang baru. Kalau bukan dia yang mengajar, guru yang lama selalu mengirim orang lain. Dia juga biasanya datang ke mushola setiap hari untuk bertutur banyak hal. Tujuan dari semua ini waktu itu tidak begitu jelas untuk saya, terutama saat saya bertanya tentang apa yang dimaksud dengan murtad pada saat usia saya baru tujuh tahun.

Pengertian Murtad

Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia, murtad adalah seseorang yang telah menyatakan keluar dari sesuatu jamaah atau kelompok agama yang secara resmi ia anggotai. Dikatakan juga bahwa murtad adalah seseorang yang melakukan lepas diri dari suatu agama karena berbagai alasan.

Namun konsepnya pasti berbeda di antara berbagai agama yang ada. Dari yang saya dengar, murtad akan mendapat hukum yang cukup berat di masyarakat Muslim. Di zaman dahulu dan oleh para ulama, murtad biasanya dihukum dengan hukuman yang cukup berat sebagai bentuk hukuman bagi mereka yang melanggar hukum. Tetapi, perkembangan zaman yang sudah jauh berbeda saat ini mengubah sejumlah hal.

Konsekuensi Murtad

Dalam Islam, seseorang yang melakukan murtad harus siap untuk menghadapi hukuman berat, terutama jika murtad dilakukan untuk menyebar ajaran-ajaran yang dilarang oleh agama tersebut. Di masa lama, murtad juga dapat dianggap kesalahan yang sangat ilegal secara hukum, hingga siapapun yang melakukannya akan dihukum berdasarkan hukum yang berlaku. Namun, di zaman modern ini hukuman tersebut sudah sangat berbeda dan kini lebih pada hukuman dari masih adanya kecla-imanan.

Murtad juga penting sebagai sebuah bentuk untuk menyatakan diri diantara jamaah. Hal ini dikarenakan murtad menjadi alat penyebaran ajaran-ajaran yang diajarkan oleh agama itu sendiri. Dengan begitu, murtad dapat dianggap sebagai bentuk mempertahankan keyakinan yang telah diterima oleh seseorang dari suatu agama.

Pengertian Murtad dari Berbagai Agama yang Berbeda

Ketika berbicara tentang murtad, ada berbagai jenis pengertian yang diberikan oleh masing-masing agama. Di antara yang paling populer adalah pencerahan diri dari perkara material yang dimiliki oleh seseorang yang kemudian berubah kepada ajaran spiritual. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang lelah dan menyadari bahwa pencapaian materi bukan satu-satunya hal yang baik. Adapun untuk agama lain, murtad dapat dikatakan sebagai proses lahirnya ilmu pengetahuan dimana seseorang keluar dari pandangan dunia lama dan memasuki suatu wawasan yang lebih tinggi.

Ketentuan Hukum Mengenai Murtad

Semua hukum yang berlaku diwajibkan untuk dipatuhi oleh mana pun yang murtad. Di beberapa agama, ketika seseorang murtad, maka dia akan menjadi orang yang tidak diakui oleh masyarakat sekitar dan men-desak dia untuk kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, jika terjadi murtad maka dia harus bersedia menerima hukuman yang berlaku berdasarkan aturan.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Murtad?

Sebelum melakukan murtad ada baiknya jika seseorang melakukan diskusi dan penelitian lebih dulu untuk memantapkan pendapat apa yang akan diambilnya. Seseorang harus mempersiapkan dirinya dengan kemampuan untuk menjalani perubahan dan menerima risiko serta hukuman yang akan diterima. Orang juga harus meyakini bahwa Allah tidak akan mengirimkan ujian kepada manusia tanpa adanya tujuan tertentu.

Bahaya Murtad

Ketika seseorang murtad, maka ia telah meninggalkan suatu jalan yang benar bagi dirinya. Ini tentunya tidak baik bagi dirinya sendiri, terutama dari sisi spiritual. Bahkan, murtad juga bisa berdampak pada bahaya jiwa yang harus ia hadapi. Hal ini disebabkan karena murtad biasanya berisi hutang perjuangan yang besar yang harus dibayar oleh si murtad.

Kesimpulan

Keluar dari sebuah agama, murtad bukanlah tentang menyia-nyiakan atau melupakan semua yang telah dipelajari. Inilah yang diinginkan oleh guru saya waktu itu untuk mengakrabkan diri pada komunitas yang saling menguatkan satu sama lain. Meskipun menjadi murtad merupakan sebuah keputusan yang cukup berat, namun ini merupakan salah satu cara bagi seseorang untuk menuju ilmu yang lebih tinggi.

Inilah yang telah saya saksikan di beberapa agama lain, membuat seseorang lebih mampu menghargai perbedaan pemikiran dan kepercayaan yang berbeda terhadap suatu agama. Tentu saja, ini semua harus dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai ketentuan.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment