Di antara sekian banyak organisasi internasional yang berkiprah di dunia, ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) menempati posisi yang cukup penting. Berdiri sejak tahun 1967, ASEAN telah menjadi wadah bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk bekerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga politik. Di balik kesuksesan ASEAN, tentu saja ada peran para tokoh pendiri yang telah menggagas dan memperjuangkan pembentukan organisasi ini.

Pada artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat lima tokoh pendiri ASEAN yang visioner. Mereka adalah: Tunku Abdul Rahman (Malaysia), Soekarno (Indonesia), Lee Kuan Yew (Singapura), Ferdinand Marcos (Filipina), dan Thanat Khoman (Thailand). Kelima tokoh ini memiliki peran penting dalam meletakkan dasar-dasar ASEAN dan berkontribusi besar terhadap perkembangan organisasi ini hingga saat ini.

Para tokoh pendiri ASEAN memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun mereka memiliki satu kesamaan, yaitu keinginan kuat untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, stabil, dan sejahtera. Mereka menyadari bahwa kerja sama antarnegara di kawasan ini sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, mereka akhirnya berhasil menggagas pembentukan ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967.

Tunku Abdul Rahman: Bapak Pendiri Malaysia

Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj ibni Almarhum Sultan Abdul Hamid Halim Shah (8 Februari 1903 – 6 Desember 1990) adalah Perdana Menteri Malaysia pertama. Ia memainkan peran penting dalam pembentukan ASEAN dan dianggap sebagai salah satu bapak pendiri organisasi ini. Tunku Abdul Rahman dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan moderat, serta memiliki visi yang jauh ke depan. Ia juga seorang negarawan yang disegani di tingkat internasional.

Metode: Kebijakan Luar Negeri Berorientasi Keterbukaan

Tunku Abdul Rahman menerapkan kebijakan luar negeri yang berorientasi pada keterbukaan dan kerja sama. Ia percaya bahwa Malaysia harus menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, serta dengan negara-negara besar di kawasan seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Kebijakan ini terbukti berhasil dalam membawa Malaysia menjadi negara yang disegani di kawasan dan internasional.

Keuntungan: Stabilitas Politik dan Ekonomi di Kawasan

Kebijakan luar negeri Tunku Abdul Rahman yang berorientasi pada keterbukaan dan kerja sama telah membuahkan hasil yang positif bagi Malaysia dan kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan. Stabilitas politik dan ekonomi di kawasan meningkat, dan negara-negara di ASEAN dapat bekerja sama untuk mengatasi berbagai tantangan bersama, seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan ancaman keamanan.

Contoh: Peran dalam Pembentukan ASEAN

Salah satu contoh peran penting Tunku Abdul Rahman dalam pembentukan ASEAN adalah ketika ia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pertama di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 1967. KTT ini dihadiri oleh para pemimpin dari lima negara pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Dalam KTT tersebut, disepakati pembentukan ASEAN secara resmi.

Soekarno: Proklamator Kemerdekaan Indonesia

Soekarno (6 Juni 1901 – 21 Juni 1970) adalah Presiden Indonesia pertama. Ia juga merupakan salah satu tokoh pendiri ASEAN dan memainkan peran penting dalam pembentukan organisasi ini. Soekarno dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan karismatik, serta memiliki pengaruh besar di tingkat internasional. Ia juga seorang negarawan yang disegani di tingkat internasional.

Metode: Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Soekarno menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Artinya, Indonesia tidak memihak kepada blok negara mana pun, baik blok Barat maupun blok Timur. Kebijakan ini memungkinkan Indonesia untuk menjalin hubungan baik dengan semua negara di dunia, termasuk negara-negara di Asia Tenggara.

Keuntungan: Peningkatan Pengaruh Indonesia di Kawasan

Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Soekarno telah berhasil meningkatkan pengaruh Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara yang disegani dan dihormati oleh negara-negara tetangga. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi Indonesia, karena dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan politik internasional.

Contoh: Peran dalam Pembentukan ASEAN

Soekarno memainkan peran penting dalam pembentukan ASEAN. Ia ikut menggagas pembentukan organisasi ini dan menjadi salah satu penandatangan Deklarasi Bangkok pada tahun 1967. Deklarasi Bangkok merupakan dokumen yang menandai berdirinya ASEAN secara resmi.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment